Honda PCX 150 CBU Review : Si Impor yang Maknyus!

Posted on

NYETIR.id –  Sebelum munculnya honda PCX lokal (K97), pasar skuter matik premium diisi oleh honda PCX 150 yang menyandang status CBU dari vietnam, atau biasa disebut sebagai Honda PCX CBU, ada juga yang menyebutnya dengan Honda PCX CBU LED. Di waktu yang sama pasar ini diisi oleh Yamaha N-Max, sehingga Honda PCX 150 CBU Vietnam ini kurang terlihat di jalan karena alasan harga yang cukup mahal dibanding dengan Yamaha N-Max.

Namun, apakah dengan uang 40 juta-an yang harus dikeluarkan dapat memberikan nilai lebih di antara kompetitornya di waktu itu?

Looks

Honda PCX CBU 2Desain motor ini memiliki garis yang tidak patah dan menimbulkan kesan yang mengalir dari depan ke belakang, seolah-olah seperti jetski. Kesimpulan dari desain motor ini adalah elegan dengan tarikan garis yang kalem dan tidak neko-neko. Simpel nan mewah!

Di bagian belakang, hal kemewahan tetap disematkan oleh honda. Cluster lampu belakang dengan desain yang simpel, ditambah menggunakan LED untuk semua lampunya. Saat menyala, LED bar menghiasi lampu belakang dan barulah pada saat tuas rem ditarik lampu LED dengan format titik-titik menyala. LED juga mengisi bagian lampu sein, dan lampu LED ini cukup terang di siang hari.

Build Quality

Urusan build quality, motor ini sudah tidak diragukan lagi. Pindahnya basis produksi PCX dari Thailand ke Vietnam tidak mengurangi build qualitynya, seperti kebanyakan motor-motor honda lainnya yang berstatus impor.

Ya walau menurut kami body plastiknya sudah cukup kokoh namun ada beberapa kekurangan sekaligus kelebihannya. Kelebihannya ada di penempatan baut, baut yang ditanam di PCX CBU ini tidak terlihat, rahasianya adalah baut disematkan di antara sambungan body-body.

Baut yang tersembunyi ini memberi kesan clean, namun kekurangannya adalah jika ingin mengakses part di dalam body hal ini cukup merepotkan, dan ada risiko patah, ditambah dalam mencari spare-part terutama body akan cukup menyulitkan.

Fitur

Fitur yang disematkan di PCX CBU ini terbilang cukup. Sebelum PCX Lokal muncul, PCX CBU tidak dilengkapi dengan cakram belakang. Menurut kami hal itulah yang membuat PCX CBU kurang diminati karena disaat itu Yamaha N-Max sudah dilengkapi cakram belakang.

Kemudian apabila dibandingkan dengan PCX Lokal cukup banyak perbedaan fiturnya, diantaranya adalah speedometer yang belum digital dan belum adanya Honda Smart Key System (dimana fitur ini menjadi standar di Vietnam). Namun PCX CBU ini sudah dilengkapi dengan Lighter 12V, Lampu Hazard dan tetap memiliki fitur alarm dengan Answer Back System.

Kenyamanan dan Akomodasi

Nyaman! kata ini yang bisa saya berikan, posisi duduk yang rileks, serta posisi stang yang santai dan tidak menimbulkan pegal. Berkendara dengan motor ini dalam jarak yang jauh adalah juaranya. Ukuran bodi yang panjang dan lebar memberikan kestabilan saat berkendara.

Apakah dalam bermacet-macetan ria motor ini cocok? Well, bisa dibilang cocok, bisa dibilang tidak, tapi selama yang saya rasakan untuk bermacet-macetan di Jakarta motor ini sangatlah cocok, namun terkadang agak sulit dalam selap-selip di kemacetan (Filtering).

Saya memiliki tinggi badan 165cm, cukup jinjit untuk menaiki motor ini dikarenakan bentuk jok yang agak lebar, tapi tidak terlalu jinjit-jinjit amat. Jok yang agak lebar memberikan efek positif yaitu kenyamanan, busanya cukup empuk di posisi rider maupun boncenger, dibagian boncenger luas jok juga terasa pas dan tidak kekecilan, ya bisa dibilang cukup untuk mengakomodir postur bokong di indonesia.

WOW, kata yang tepat untuk akomodasi dan kepraktisan motor ini, bagasi yang luas cukup untuk membawa berbagai macam barang. 1 Helm Half face ditambah jas hujan dan ditambah sarung tangan sanggup ditelan oleh bagasi motor ini, apabila tidak menyimpan helm di bagasi, maka akan lebih banyak lagi barang yang bisa disimpan di bagasi motor ini.

Lalu bagaimana bantingan suspensi motor ini? Well bantingan terasa lembut dan rebound juga cukup pas, cocoklah untuk komuter sehari-hari. Hal itu juga berlaku untuk jarak jauh, suspensi yang empuk, bobot motornya juga pas ditambah dimensi panjang motor yang cukup menjadi resep kenyamanan motor ini untuk di kendarai didalam ataupun diluar kota.

Mesin dan Tenaga

Tenaga yang dihasilkan oleh motor ini diatas kertas adalah 13,6 ps dengan torsi 14 nm. Tenaga tersebut dihasilkan dari mesin 153cc dengan dimensi bore x stroke 58,0mm x 57,9mm. Sistem bahan bakar menggunakan sistem injeksi dengan kompresi mesin 10,6:1.

Baca Juga : Review Honda All New PCX 150 : Senjata Honda Melawan Yamaha N-Max

Mesin terasa halus di tarikan awal, tenaga yang diberikan oleh motor ini lebih cenderung ke arah linear, hentakan dari mesin sangat minim sekali. Kemudian apabila motor ini diajak touring, motor ini memberikan keseimbangan antara posisi riding yang nyaman serta tenaga mesin yang didistribusi dengan halus. Oh iya untuk konsumsi BBM rata-rata, motor ini sanggup berjalan 40-45km untuk 1km (1:40/1:45).

Final Verdict

Honda PCX 150 CBU ini adalah produk penutup sebelum Honda melokalkan PCX dengan hadirnya Honda PCX K97, apakah cocok untuk anda? @ell kalau dari segi harga tentu lebih cocok untuk meminang Honda PCX yang baru dengan harga yang lebih murah dan fitur yang lebih banyak.

Namun jika anda menginginkan sebuah Honda berstatus CBU ini dengan harga second yang cukup tinggi (kisaran 25 – 30 Juta Rupiah), menurut saya sah-sah saja, ditambah dari segi perawatan Honda PCX CBU ini perawatannya murah dan mudah, ditambah untuk beberapa tahun kedepan mungkin saja PCX ini akan menjadi motor kolektor karena sudah tidak akan dijual lagi barang barunya di Indonesia. Siapa tahu dan mungkin saja.

We Like (+)

  • Desain Mewah
  • Akomodasi mengagumkan
  • Suspensi Nyaman
  • Build quality yang jauh lebih baik dari PCX Lokal

We Dont Like (-)

  • Harga bekas tergolong masih tinggi
  • Part body yang mengharuskan impor
  • Rem belakang teromol
Arsan Triabdillah
11 Posts

Author: Arsan Triabdillah

Senang jalan kemana aja, suka dengan suasana pegunungan, kalau ada jalan mulus ingetnya malah pengen naik motor bukan mobil, tapi senang juga sama mobil kok.

Join the conversation

Leave a comment
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *