Belum Akan Ganti Model, Apa Alasan Tetap Beli Avanza?

Posted on

Toyota Avanza memang pantas mendapat gelar raja LMPV. Sejak dijual pada Desember 2003 lalu, ia begitu diminati oleh masyarakat Indonesia yang mendambakan mobil berkapasitas 7-penumpang namun tetap kompak dan yang terpenting ergonomis. Selama kurang lebih 15 tahun ini, Avanza hanya satu kali berganti model, yaitu generasi kedua pada tahun 2011. Memang pada tahun 2015 ia juga memiliki perubahan bentuk dan mesin, namun tidak disebut sebagai generasi baru karena menggunakan platform yang sama.

Selama beberapa tahun terakhir, pasar LMPV mulai diramaikan oleh pabrikan mobil lain yang tak selalu dari Jepang. Mulai dari Suzuki Ertiga yang pertama kali dijual pada 2012 dan langsung menyaingi Avanza dan Xenia (sebagai saudara kembarnya), Chevrolet Spin yang dijual pada 2013, Honda Mobilio pada tahun 2014, serta Mitsubishi Xpander dan Wuling Confero S yang mulai dijual 2017 lalu.

Persaingan di segmen LMPV kian memanas dengan hadirnya kompetitor yang menawarkan lebih banyak kelebihan dengan harga yang sama bahkan bisa lebih murah. Misalnya Mitsubishi Xpander yang menawarkan banyak fitur unggulan, Suzuki Ertiga yang memberikan kenyamanan dan mesin lebih efisien ketimbang Avanza, atau Wuling Confero yang memberikan akomodasi serupa dengan harga yang 40% lebih murah. Namun kelihatannya Avanza tetap menjadi idola masyarakat dan penjualan Avanza yang sempat tersalip oleh Xpander perlahan-lahan mulai kembali ke puncak.

Lantas apakah Toyota berniat untuk memperbarui Avanza dengan beragam fitur yang lebih kompetitif? “Kami tidak melihat adanya kompetisi. Kami tidak punya keinginan untuk membunuh produk kompetitor. Konsumen masih mempercayai Avanza sebagai pilihan mereka.” ujar Franciscus Soerjopranoto, Executive General Manager PT Toyota Astra Motor ketika kami temui di GIIAS 2018. Ia menambahkan, ini bukan berarti lifecycle Avanza masih panjang.

Rumor Avanza generasi terbaru pun makin sering terdengar, mulai dari penggunaan platform seperti sasis baru, perubahan bentuk bodi dan dimensi, hingga penggunaan layout penggerak roda depan seperti Xpander dan Ertiga. Terlepas dari hal tersebut, Avanza sendiri saat ini ternyata masih memiliki banyak keunggulan jika dibandingkan dengan kompetitornya. Lalu apa saja kelebihan tersebut?

1. Platform Tangguh Sasis Unibody

Saat ini seluruh kompetitor Avanza telah menganut sasis jenis monocoque. Sasis jenis ini memiliki beberapa keuntungan yaitu bobotnya yang ringan, peredaman benturan yang lebih baik, serta pengendalian atau handling yang lebih baik. Kendati demikian Avanza tetap menggunakan sasis Unibody, yang basisnya adalah ladder frame namun disambungkan ke body mobil dengan proses pengelasan. Toyota mengklaim sasis ini memiliki durabilitas yang sama seperti ladder frame namun memiliki rigiditas dan kenyamanan yang baik, sehingga cocok untuk menerjang medan jalan yang tak rata.

2. Layout Penggerak Roda Belakang

Meski LMPV lainnya kini sudah menggunakan layout penggerak roda depan untuk alasan efisiensi dan kenyamanan berkendara, Avanza tetap mempertahankan penggunaan penggerak roda belakang. Hal ini tentu menjadikan keunggulan ketika dipadukan dengan sasis unibody. Hasilnya ketika melewati jalan yang tidak rata mobil tetap mendapatkan traksi dari roda belakang, terutama ketika berada di tanjakan yang curam. Hal ini pun diakui oleh Toyota sebagai hal favorit yang disukai oleh konsumen dari Avanza. “Hal ini sangat disukai customer, dan Toyota tidak akan ikut tren (penggerodak roda depan).” jelas Soerjopranoto.

3. Mesin Paling Anyar Buatan Indonesia

Nilai jual LMPV pada umumnya adalah ergonomis, efisien dan perawatannya yang mudah. Karena itu, mesin konvensional serta kuno banyak dijumpai pada LMPV. Misalnya Xpander yang mengadopsi mesin 4A91 yang cukup lawas, Honda Mobilio dengan mesin L15 yang sudah ada sejak tahun 2002. Namun tidak dengan Avanza, sejak 2015 lalu Avanza sudah menggunakan mesin berjenis NR varian VE yang diproduksi dalam negeri. Hasilnya mesin yang yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2010 di Thailand ini mampu memberikan efisiensi bahan bakar serta kehalusan yang sangat baik bagi Avanza.

4. Aksesibilitas Terbaik di Kelasnya

LMPV dikenal dengan kapasitas penumpang dan bagasi yang cukup luas dan akomodatif, terutama untuk masuk ke bangku baris ketiga. Avanza sebagai pelopor LMPV pun masih dikenal paling baik dalam hal ini. Jika kompetitornya menggunakan konfigurasi kursi 60:40 untuk baris kedua, Avanza menjadi satu-satunya yang menggunakan konfigurasi 50:50, sehingga lebih luas jika dilipat sebelah untuk akses ke baris ketiga. Memang Confero S menjawab memiliki opsi captain seat yang memudahkan akses ke baris ketiga, namun mengurangi kapasitas penumpang di baris kedua.

5. Fitur Sederhana Tapi Fungsional

Avanza memang tidak dibekali dengan fitur beragam seperti Xpander atau Confero S, tetapi setiap fitur yang dimiliki Avanza tentu sudah disesuaikan bagi masyarakat Indonesia secara umum. Justru hal-hal kecil dan mendetail yang ada di Avanza membuat Avanza jauh lebih unggul dibandingkan kompetitornya, misalnya seperti Radius Putar paling kecil di kelasnya yang mempermudah akses di jalan sempit, atau antena radio konvensional yang terbukti bisa menerima sinyal jauh lebih baik ketika melewati terowongan, berada di basement ataupun di daerah yang sulit sinyal.

Avicena Pratikto
25 Posts

Author: Avicena Pratikto

Penyuka BMW, Mercedes-Benz, dan mobil Eropa serta mobil-mobil CBU lainnya termasuk Carawang Built-Up.

Join the conversation

Leave a comment
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *