Bagaimana Nasibmu Kini Isuzu Panther?

Posted on

NYETIR.id – Berbicara tentang Isuzu Panther tentu kalian sudah tidak asing lagi dengan si Rajanya Diesel yang satu ini. Semenjak peluncurannya dari tahun 1991 mobil ini kerap menjadi buah bibir karena mesin diesel yang diusungnya masih dianggap belum jamak dipakai di mobil penumpang di kala itu. Lalu bagaimana kabarnya sekarang?

Tegar Menghadapi Zaman

Image result for isuzu panther

Tahun demi tahun pun berlalu. Isuzu Panther yang berada di kelas medium MPV makin mendapatkan saingan baru setiap tahunnya. Jika dahulu pesaing utamanya hanya dua yaitu Toyota Kijang dan Mitsubishi Kuda, sekarang ini ia digempur dari berbagai kategori mobil mulai dari LMPV hingga medium SUV.

Jika dulu kompetisi Isuzu Panther dan Toyota Kijang bak persaingan Toyota Avanza dan Mitsubishi Xpander di zaman sekarang. Berbeda halnya dengan kondisi Isuzu Panther di zaman sekarang.

Di saat rival terbesarnya yaitu Toyota Kijang sudah berganti model beberapa kali serta berganti nama dengan Kijang Innova yang tampil dengan tampilan yang makin fresh dan fitur yang makin canggih. Isuzu Panther hanya berdiam diri dengan menggunakan mesin, body dan sasis yang sama dari tahun 2000 atau tahun dimana Panther Kapsul pertama kali diluncurkan.

Mengapa gerangan? Disinyalir karena Isuzu Panther adalah produk regional yang dikhususkan hanya untuk Vietnam, India, Filipina dan Indonesia membuat pengembangannya terhambat. Isuzu Global bahkan Isuzu Jepang sudah tidak ikut campur dengan pengembangan Isuzu Panther karena memang peruntukannya yang tidak sesuai untuk produk global maupun pasar Jepang. Hal ini yang menjadi kunci utama terhambatnya pengembangan Isuzu Panther karena apabila dilakukan perombakan besar besaran, biaya RnD nya akan sangat mahal dan tidak bisa tertutup oleh produksi karena ia hanya dijual di empat negara.

Hanya Tinggal Menunggu Regulasi

Hingga saat ini Isuzu Panther hanya dipasarkan di Negara Indonesia saja. Sebelumnya produk ini terakhir dipasarkan di Filipina di tahun 2017 dengan nama Isuzu Crosswind. Ya, karena tidak ada pengembangan di sektor mesin, mobil ini akhirnya terbentur regulasi emisi yang menuntutnya untuk dipensiunkan di negara Filipina tersebut.

Isuzu Panther yang bermesin 4JA1-L Direct Injection TurboDiesel berkapasitas 2.500cc ini sejatinya hanya mampu tembus ambang emisi Euro 2. Wajar saja, mesin ini adalah mesin diesel konvensional pengembangan tahun 1995 yang hanya ditambah Turbo dan Katalis Konverter saja, tidak ada lagi yang baru.

General Manager Marketing Division Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Attias Asril menyatakan bahwa kemungkinan besar Isuzu Panther tutup usia berdasarkan hitungan bisnis internal Isuzu.

“Poin ini kami perhitungkan kalau dengan investasi baru dan market MPV cenderung turun, katakanlah 2021 harus ganti mesin lagi, itu secara investasi besar karena Panther sendiri bukan produk global. Harga Panther baru dengan kondisi seperti itu akan sangat tinggi sekali, kasarnya bisa di atas SUV. Jadi sangat tidak memungkinkan dengan situasi yang kami akan hadapi,” kata Attias

Attias juga mengatakan bahwa blue print design untuk New Isuzu Panther memang sudah dibuat. Namun kendala biaya investasi dan riset menjadi alasan utamanya terhenti di tengah jalan.

Dengan keadaan seperti ini. Akhir perjalanannya di Indonesia tinggal menunggu waktu saja. Apabila standar Euro 4 untuk mobil baru digulirkan di Indonesia. Isuzu Panther otomatis akan tutup usia karena tidak mampu memenuhi regulasi tersebut.

Satu satunya jalan bagi Isuzu Panther untuk tetap survive apabila Isuzu berani melakukan langkah gila dengan mengembangkan mesin baru atau mencomot mesin 1.900cc ddi Turbodiesel Bluepower milik Isuzu MU-X yang dijual di Thailand. Namun kemungkinannya kecil karena mesin tersebut membutuhkan spesifikasi bahan bakar solar yang tinggi dan membutuhkan riset sasis lebih lanjut karena memang Isuzu Panther tidak memiliki persamaan di luar negeri yang akan menelan biaya RnD yang sangat tinggi.

Baca Juga : Deretan Fitur Andalan Wuling Almaz yang Perlu Kamu Ketahui!

Walaupun ketinggalan jaman dan berharga lumayan tinggi (313 Juta Rupiah untuk tipe Grand Touring M/T) nyatanya ia tetap memiliki peminat. Di sepanjang tahun 2018 ia masih sanggup terjual sebanyak 950 unit. Ini bisa terjadi karena mudah dan murahnya perawatan Isuzu Panther serta durabilitas luar biasa yang sudah diaminkan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

At the end, sayonara legenda Diesel Indonesia. Semoga suatu saat Isuzu Panther akan lahir kembali entah bagaimana caranya.

Bagaimana menurut kamu?

 

 

 

 

 

Fadli Arfi
97 Posts

Author: Fadli Arfi

Penghobi otomotif khususnya segmen roda dua. Suka jalan jalan, nulis, sama kulineran!

Join the conversation

Leave a comment
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *